Kencan xxx Sex chat for java mobile free

Posted by / 24-Dec-2017 03:51

Aku kaget dan melongo karena aku tidak mengira sama sekali diciumi oleh calon ibu mertuaku yang cantik itu.Cerita Ngentot Terbaru Hari-hari berikutnya aku bersikap seperti biasa, demikian juga ibu mertuaku.Il arrive parfois, lorsque vous pressez sur le bouton déclencheur de votre appareil photo, que le résultat du cliché ne soit pas exactement celui auquel vous vous attendiez: au dernier moment, quelqu’un ou quelque chose est apparu dans le champ, donnant à votre prise de vue un caractère inattendu.Dans l’idéal, il faudrait, pour obtenir une photo au timing parfait, que ces trois points soient réunis: l’emplacement parfait ; l’angle parfait ; le moment parfait.Hidungmu, bibirmu, matamu yang agak kurang ajar itu kok membuat ibu jadi gemes banget deeh sama kamu.Makanya waktu lampu mati itu, entah setan dari mana, ibu jadi pengin banget menciummu dan merangkulmu. Ibu macam apa kau ini, masa lihat menantunya sendiri kok blingsatan”. Sebenarnya kaca mobilku juga sudah gelap, sehingga tidak takut ketahuan orang. Cepat-cepat aku buka celanaku, aku turuni celana dalamku. Tangan kiri ibu, aku tuntun untuk memegang penisku. Gede banget pelirmu.., Biar ibu pegangin, Ayo jalan. Aku masukkan persneling satu, dan mobil melaju pulang. Mobil berjalan tenang, kami berdiam diri, tetapi tangan ibu terus memijat dan mengelus-elus penisku dengan lembut. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan. Aku rogoh buah dadanya yang selalu aku bayangkan, aduuh benar-benar besar dan lembut.“Mungkin, setannya ya Tomy ini Bu.., Saat ini setannya itu juga deg-degan kalau lihat ibu mertuanya. Kalau Ibu pernah bayangin Tomy nggak kalau lagi sama Bapak”, aku semakin berani. Tapi terus terang aja Toom.., Ibu jadi kayak orang jatuh cinta sama kamu.., Kalau udah begini, udah naik begini, ibu jadi pengin ngeloni kamu Tom.., Tom kita cepat pulang saja yaa.., Nanti diterusin dirumah.., Kita pulang ke rumahmu saja sekarang.., Toh lagi kosong khan.., Tapi Tom menggir sebentar Tom, ibu pengen cium kamu di sini”, kata ibu dengan suara bergetar. Mungkin terpengaruh juga karena aku sudah satu minggu tidak bersetubuh dengan istriku. Aku dan ibu mertuaku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan. “eehhm.., Toom ibu kangen banget Toom”, bisik ibu mertuaku. “Toom.., udah dulu Tom.., eehmm udah dulu”, napas kami memburu. Penisku dipegangi ibu mertuaku, jempolnya mengelus-elus kepala penisku dengan lembut. Sampai di rumahku, aku turun membuka pintu, dan langsung masuk garasi. Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin menggelora. “Buu, Tomy kangen banget buu.., Tomy kangen banget”.Ibu boleh percaya boleh tidak, kadang-kadang kalau Tomy lagi sama Riris, malah bayangin Ibu lho. “aah nggak tahu ah.., udaah.., udaah.., nanti kalau keterusan kan nggak baik. Nanti kalau nabrak-nabrak dikiranya nyetir sambil pacaran ama ibu mertuanya. Tomy jadi pengiin banget sama ibu lho.., Gimana niih, punya Tomy sakit kejepit celana nihh”, aku makin berani. “Ayo jalan lagi.., Hati-hati yaa”, kata ibu mertuaku. “Aduuh Toom, ibu juga.., Peluklah ibu Tom, peluklah ibu” nafasnya semakin memburu.

Kaki ibu mertuaku dikangkangnya lebar-lebar, dan aku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke vagina ibu mertuaku. Kamu nekad saja.., masa’ orang ditindih sekuatnya”, katanya sambil memencet hidungku. Mungkin karena curian ini ya buu, bukan miliknya.., Punya bapaknya kok dimakan.

Kepala penisku mulai masuk, makin dalam, makin dalam dan akhirnya masuk semuanya sampai ke pangkalnya. Keluar-masukkan kepalanya yang besar ini.., Aduuh garis kepalanya enaak sekali”. Aku semakin cepat, semakin memompa penisku ke vagina ibu mertuaku. Ibu marem banget” kami mendesis-desis, menggeliat-geliat, melenguh penuh kenikmatan. Aku semakin ngotot menyetubuhi ibu mertuaku, mencoblos vagina ibu mertuaku yang licin, yang tebal, yang sempit (karena sudah kontraksi mau puncak). “Buu Tomy mau keluaar buu.., Aduuh buu.., enaak bangeet”. “Ibu juga mau muncaak, mau muncaak.., Toomm, Tomm, Teruss Toomm”, Kami berpagutan kuat-kuat. Cerita Ngentot Terhot Penisku aku tekan kuat-kuat ke dalam vagina ibu mertuaku. menyemprotlah sudah spermaku ke vagina ibu mertuaku. Kami miring, berhadapan, Ibu mertuaku memencet hidungku lagi, “Dasar anak kurang ajar.., Berani sama ibunya.., Masa ibunya dinaikin, Tapi Toom.., ibu nikmat banget, ‘marem’ banget. Ibu juga, punya anakya kok ya dimakan, diminum”, kataku menggodanya. Toh, ibu tidak akan kabur.., justru kalau kita tidak hati-hati, semuanya akan bubar deh”.

Aku mulai turun naik dengan teratur, keluar masuk, keluar masuk dalam vagina yang basah dan licin. “Buu, Tomy masuk semua, masuk semua buu” “Iyaa Toom, enaak banget. Sementara itu kakinya yang tadi mengangkang sekarang dirapatkan. Bunyinya kecepak-kecepok membuat aku semakin bernafsu. Kami bersama-sama menikmati puncak persetubuhan kami. “Huush, dasar anak nakal.., Ayo dilepas Toom.., Aduuh berantakan niih Spermamu pada tumpah di sprei, Keringatmu juga basahi tetek ibu niih”. “Ooh jangan cah bagus.., kalau dituruti Ibu juga penginnya begitu. Kalau ketahuan orang bisa geger deeh”, jawab ibuku. Kami saling berpegangan tangan, berpandangan dengan mesra, berciuman lagi penuh kelembutan.

Istriku, Riris, sedang ditugaskan dari kantor tempatnya bekerja untuk mengikuti suatu pelatihan yang dilaksanakan di kota lain selama dua minggu. Kalau mau tidur rasanya kok aneh juga, kok sendirian dan sepi, padahal biasanya ada istri di sisiku. Aku teringat peristiwa yang aku alami dengan ibu mertuaku.

Novel Seks – Ibu mertuaku memang bukan ibu kandung istriku, karena ibu kandung Riris telah meninggal dunia.

Kencan xxx-12Kencan xxx-67Kencan xxx-82

“Tapii, sebenarnya kenapa siih bu.., Tomy jadi penasaran lho”.